What's wrong with my mom?
ONE SHOOT
Malam hari ini hankyung atau hangeng appa mengajakku untuk tidur bersamanya sekamar. Eits, jangan salah
paham dulu hankyung adalah appa-ku ia
seorang appa yang paling diidamkan semua anak diseluruh dunia –itu kata
temanku- ini, karena sifatnya yang baik, perhatian, pengertian, dan ditambah
lagi ia orang terpandang. Apakah kalian tahu appa dan eomma ku yang
super duper egois dan keras kepala itu –egois- pisah ranjang?? Pasti belum
tahukan. Sini aku kasih tau sekilas ceritanya.
Eomma dan appa berpisah, bukan maksudku eomma dan appa pisah ranjang hanya karena hal sepele saja. Memang eomma ku itu sangat kekanak-kanakan
walaupun ia sudah mempunyai tiga anak. Aku heran apakah iya tak malu sudah
mempunyai tiga anak masih saja sifatnya seperti dongsaeng-ku yang bernama Han Hyunah, bahkan Hyunah terlihat lebih
dewasa dari pada eomm-ku.
Kau tau apa hal sepele itu yang aku dengar dari Sungmin oppa hal itu hanya menyangkut soal
rambut appa yang berwarna merah pekat
-hampir menjadi warna hitam- itu, yang memang sudah dari lahir appa miliki dan kegagalan jatuh cinta
appa hingga appa depresi, dan
disitulah eomma datang bersama
temannya yang sedang bertamu kerumah appa.
Karena appa tidak mengetahui kalau eomma itu adalah teman yeodongsaeng appa. Dan dari situ appa dan eomma saling mengenal dan setelah itu ia saling jatuh cinta dan
jadilah sampai sekarang. Waktu itu eomma memang
tidak mengetahui kalau appa memiliki
rambut yang berwarna merah pekat itu didapatnya dari ia lahir dan eomma tidak memperdulikannya.
Kalian tahu eomma
itu orang yang paling enggan dijeleki semua yang ada pada dirinya misalnya
bentuk bibir yang biasa saja atau dapat terdapat dikalangan bawah eomma tak segan-segan untuk menyulap
bibirnya itu menjadi bibir yang sexy yang hanya ia miliki dengan cara oprasi
plastik.
Selain itu eomma
baru menyadari kalau rambut yang dimiliki appa
adalah rambut asli yang ia dapatkan sejak lahir. Sampai eomma memaksa appa untuk
mengganti warna rambut itu menjadi hitam secara permanent, tetapi appa menolak dengan alasan ia tak mau
mengganti warna rambut itu karena itu tidak menghargai pemberian Tuhan
kepadanya dan sama saja toh nanti rambut yang dumbuh kembali akan berwarna
merah.
Kalian tahu tidak aku ini anak Hankyung appa tetapi aku juga seperti sahabatnya
sendiri. Dan orang yang sudah dianggap sahabatnya sendiri oleh eomma adalah Sungmin oppa kadang aku dengan oppa-ku ini yang menyelesaikan segala macam
masalah yang melanda keluarga ini yang pasti dari sumber keributan yaitu eomma-ku itu yang sangat super duper
egois.
Oya, aku sampai lupa memperkenalkan diriku, sanking
asyiknya cerita sama kalian, hehehe mianhae ya ^^V. Annyeong haseyo naneun Han Hyorin imnida. Kalian tahu kenapa aku dan yoedongsaeng-ku diberi marga Han sedangkan Sungmin oppa Lee?, itu semua kata appa ku karena dulu waktu Sungmin oppa lahir perjanjiannya adalah anak
pertama yang lahir akan diberi marga sesuai marga eomma-ku dan sedangkan yang ke-dua dan seterusnya menggunakan
marga appa yaitu Han. ‘Tidak masuk
akal’ itu yang ingin aku ungkapkan kepada eomma.
“appa” gumamku
ketika appa mulai selesai mengeluarkan isi hatinya. Apakah kalian tahu sekarang
posisiku dan appa saat ini? Sekarang posisi kami bertiduran dikasur big size milik appa tepatnya kepala ku ada didada bidang appa. Yah mungkin kalian pikir aku dan appa seperti sepasang kekasih tatapi aku dan appa sudah terbiasa berposisi
seperti ini kalau sedang tidur berdua, bahkan kalau eomma melihatnya ia sama sekali tak marah bahkan ia mengerti kalau appa sedang mengeluarkan isi hatinya
padaku.
Tetapi kalau duduk berbeda lagi. Kalau dengan posisi duduk
kami terbiasa dengan posisi salah satu diantara kami tiduran dan kepalanya
ditaruh diatas paha seperti pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara. Semua
kebiasaan kami sudah banyak yang mengerti, bahkan hingga kekasihku Minhyuk oppa sudah terbiasa.
Aku dan appa
saling memahami satu sama lain. Kalau ada salah satu dari kami sedang dilanda
masalah dan tidak mau membagi beban kami satu sama lain kami akan mengetahui
melalui tatapan mata dan sikap kami yang berubah drastis. Ataupun kami sedang
bahagia misalnya seperti aku ditembak oleh senior ku Choi Min Hyuk. Dia adalah
seniorku yang mengerjaiku disaat MOM saat aku mulai masuk keperkuliahan.
“hmm..” appa bergumam dan tak menoleh sedikit pun ia hanya
memejamkan matanya.
“appa-ya, ayolah
jangan seperti ini. Kau membuat moodku turun dengan drastis appa” ucapku tak tahan melihat appa-ku yang begitu rapuh kalau menghadapi
yeoja. Kalian tahu? Alasannya ‘karena
aku tak mau kehilangannya seperti yeoja
dimasa laluku’ appa selalu bilang
seperti itu. aku langsung duduk disebelah appa yang sedang tiduran dengan
memegang sebuah guling, kusilangkan kakiku hingga menjadi duduk bersila.
Sungguh menjengkelkan appa
hanya diam saja. “sudahlah, aku pamit saja. Aku ingin kekamar Sungmin oppa untuk mengambil artikel dan
mengerjakan sisa skripsiku yang terbengkalai. Annyeong” ucapku bangkit dari tempat tidur. Baru saja aku berjalan
tiga langkah appa memanggilku.
“Hyorin-ya bawa
saja semua berkasmu kesini appa akan membantu mu” ucapnya seraya tersenyum dan
entah sejak kapan ia sudah terduduk dan ia kembali keposisi awal yaitu tiduran
dengan i-Pad berwarnakan hitam bermerekan
Apple’s.
“arra” ucapku
singkat dan berlalu begitu saja dan sebelumnya sudah menutup pintu kamar appa.
Kulihat Sungmin oppa
sedang mengobrak-abrik isi kulkas didapur mungkin ia sedang mencari colanya.
Hahaha, aku baru ingat kalau colanya habis karena kemarin
aku mengajak yeoja chingu-ku untuk
mengerjakan skripsi, dan dia adalah salah satu sobat terbaikku ke-dua dari
appa. Dan kalian tahu chingu-ku yang
satu itu yang bernama Park Na Mi itu sangat menyukai cola bahkan kalau kalian
masuk kekamarnya itu terutama cat kamarnya yang didominasi warna atas biru dan
bergambarkan gelembung-gelembung cokelat dan dibawahnya ada air berwarna
cokelat sepeti cola yang habis dikocok terus mengeluarkan gelembung.
“oppa-ya kau
sedang mencari apa?” tanyaku pura-pura tak tahu, seraya meneguk segelas air
putih. Sungguh sejak sore tadi sampai malam ini pukul 20.00 KST aku tidak minum
setetespun. Kalian pasti bertanya, apakah dirumahku yang megah ini tidak ada
acara makan malam?, kalian salah keluargaku ini memiliki kebiasaan tersendiri,
kalau misalnya umumnya orang lain melakukan makan malam setiap jam 19.00-20.00
KST kalau keluargaku tidak, biasanya diselenggarakan makan malam dirumahku ini
pada jam 21.00 KST sambil menonton acara kesukaan keluargaku ini kalau lagi
makan malam tidak menonton acara berita atau film action tidak akan sah.
“aku mencari colaku yang hilang. Apakah kau melihatnya?”
tanyanya panik.
“oppa-ya boleh
aku pinjam skripsimu itu?” ucapku malah balik bertanya. Sepertinya ia sedang
berfikir sejenak hening dan dia mulai menghentikan aktifitasnya mencari cola,
lalu berteriak keras sekali hingga menggema keseluruh ruangan.
“YA! DONGSAENG PABO
MEMANG KAU TIDAK BISA BERFIKIR? KENAPA
HARUS MEMINJAM PUNYA KU MEMANG KAU TAK BISA BIKIN SENDIRI? HAH!”
pekiknya sumpah demi apapun suaranya itu keras sekali hingga sepertinya gendang
telinga ku pacah.
“OPPA-YA tak usah berteriak seperti itu kenapa HAH!.
Aku meminjamnya hanya untuk kubuatkan menjadi contoh. Tenang saja tuan Lee aku
tidak akan meng-copas skripsimu” ucapku kesal karena teriakkannya tadi yang
cukup membuat gendang telingaku pecah. “ya.. ya.. oppa-ya, oppa ganteng
deh” rajukku seraya mencolek dagunya.
“ya.. you verry verry handsome. Pantes aja banyak yeoja yang mau jadi yeojachingu oppa ternyata oppa-ku
ini orang yang paling populer diantara yeoja
dan namja dan bahkan dikalangan seonsaengnim.. iya kan oppa” ucapku mengerlingkan sebelah
mataku meminta persetujuannya itu untuk meminjamkan skripsinya itu yang
bernilai A+ ia memang perfect namja.
Selain itu Sungmin oppa paling anti
yang namanya alkohol entah jenis apa saja yang sudah ditolaknya dari tangan namjachingunya itu.
“ne.. oppa-ya” rajukku kembali ia mulai
menimbang-nimbang. Hahaha, memang kau kira aku tak tau kelemahanmu oppa kau paling suka dirajuk atau dipuji
baru kau luluh.
“ne.. akan kau
ambilkan tetapi kau belikan persediaan colaku ya. Baru aku akan memberikannya
kepadamu arraseo!?” ucapnya langsung
membuatku senang sekaligus cemberut.
“arra-yo,
yasudah mana uangnya” kutodongkan tanganku didepan wajahnya. Ia mengertukan
keningnya, tanda tak setuju.
“pake uangmu dulu entar kapan-kapan enggak aku ganti”
ucapnya santai dan berlalu pergi meninggalkan aku yang masih berfikir mencoba
mencerna kata-katanya.
“MWO-YA!” pekikku. Yang dibalas hanya senyuman licik tanda
untuk aku mentraktirnya cola. Huahh.. ottae? Persedian uang jajanku habis untuk
membeli kertas print dan segala kebutuhan praktek dikampus.
“APPA” pekikku
memanggil appa yang masih berada
dikamar. Dan yang bingung aku memanggil appa yang keluar malah eomma dan appa secara bersamaan.
“ada apa kau teriak-teriak, kau tau suaramu sampai keseluaruh
penjuru ruangan ini” sahut eomma-ku
yang sudah berdiri disamping kiriku. Tanpa memperdulikan pertanyaannya aku
langsung melesat mengejar Sungmin oppa
yang sudah kabur masuk kamar dan menguncinya.
“OPPA BUKA
PINTUNYA” teriakanku kali ini agak menurun oktaf-nya.
“ANDWE KAU PASTI
AKAN MEMBUNUHKU” ucapnya tak kalah keras sambil menahan tawanya yang akhirnya
pecah juga, kugedor-gedor pintunya. Tak ada gunanya ia hanya tertawa.
“mwo-ya?” tanya eomma yang sudah ada dibelakangku
bersama appa yang ada disebelahnya,
sepertinya eomma masih acuh pada appa.
“eomma-ya anakmu
itu membuatku kesal setengah mati” ucapku manja didepan eomma. Eomma memelukku.
“apa yang teradi chagi?”
ucapnya lembut.
“eomma, aku
hanya meminta untuk meminjam skripsinya saja harus pake acara traktir dia minum
cola. Kau tau uang jajanku habis semua hanya untuk membeli peralatan praktek
kampusku belum lagi aku beli kertas print yang mendadak persediannya habis.
Hufft eomma” rajukku lebih manja. Eomma melepaskan peluakannya saat appa mulai buka mulut.
“hei, bahkan aku baru saja mengirimimu uang kekartu debit
mu” kata appa yang membuat aku
kembali sumringah. Langsungku menghambur kepelukannya.
“gamsa hamnida
appa-ya” ucapku dan langsung melepaskan pelukan dan mencium pipi kanan
appa-ku kilat dan ternyata eomma iri dengan perlakuanku.
“eomma tidak?”
rajuknya tanpa pikir panjang langsung ku peluk eomma tercintaku ini walaupun
kadang-kadang siafatnya lebih menyebalkan dari pada Hyunah.
“eonnie, maukah eonnie menemani aku ketoko hadiah diujung
komplek?” tanya dongsaeng-ku yang entak sejak kapan ia berada disana.
“ne.. chankamman
eonnie 5 menit untuk mengganti pakaian” ucapku yang dijawab dengan
anggukkan. Sebelum beranjak dari tempat kedua orang tua ku, ku kecup kedua pipi
eomma dan appa ku lalu tersenyum dan
pergi beranjak kekamar appa karena
aku baru ingat i-phone ku berada diatas meja kecil didekat kasur appa. Appa mengikutiku dengan sedikit berlari.
“hyo-ah, appa
antar mau?” tanya appa yang entah sudah sejak kapan sudah berada disampingku.
“ah, tidak usah appa.
Aku hanya sebentar saja kok” ucap ku dengan menunjukan dua jari telunjuk dan
tengah menjadi bentuk V.
“up to you”
***
Matahari , what matahari?, benarkah?, sepertinya aku baru
saja tidur. Ku lihat jam dinding disebelah kanan ku.
“WHAT!” pekikku keras. Kulihat disebelah appa sudah tak ada pasti ia sedang
sarapan dan tak membangunkan ku.
Langsung saja ku lari terbirit-birit, sebelumnya aku
sembat melirik kemeja makan dan ku lihat yang lain sedang siap makan. Langsung
saja aku lewati. Langsung tujuan pertamaku adalah kamar mandi dikamarku.
Setelah mandi . sudah rapih berpakaian. Oya peralatan
praktek untung saja sudah semua ku siapkan dan .. laptop, mana laptopku? Ah,
kamar appa. Tanpa basa-basi
langsungku ambil tas ku dan lari terbirit-birit.
Ini dia. Langsung kumasukan asal kedalam tasku dan lagi
menuju meja makan. Sesampainya disana langsung kuteguk segelas susu putih
sambil berdiri tanpa memperdulikan pertanyaan semua orang yang ada dirumah
langsung kuambil kunci mobil dan pamit kepada appa dan eomma sebelumnya
ku sudah menciup pipi keduanya dan membungkuk sopan dan pergi.
***
Bel pulang sekolah sudah menggema kemana-mana, dan semua
siswa sudah pada pulang tinggal aku dan kelompok belajarku yang sedang asik mengobrol,
dan minhyuk oppa yang duduk disebelah
kananku, mencoba untuk mengajak bicara namun nihil aku hanya menjawabnya dengan
menguap dan akhirnya aku tertidur dipundak minhyuk oppa.
Saat ku buka mataku merasakan anehnya tempat sekitar
kenapa aku ada dikamarku?, bukankah aku tadi sedang berada di kampus.. aku baru
ingat kalau aku tertidur dipundak minhyuk oppa.
Kurenggangkan otot-ototku yang sedari tadi menegang karena
efek tidur tadi. Kenapa sudah gelap?, setelah ku lihat jam hello kitty
kesayanganku yang selama ini menjadi barang yang selalu membangunkan ku saat
pagi.
“woahm.. sudah jam 9 malam, tapi aku masih mengantuk,
tetapi perutku sudah tak bisa diajak kompromi karena lapar yasudah deh aku
makan saja dulu” kulangkahkan kakiku menuju meja makan ternyata disana sudah
ada eomma, Sungmin oppa, dan nae dongsaeng.
“annyeong eomma,
oppa, saeng” sapaku seraya menarik kursi untuk aku dudukin sebelumnya aku
sempat mengacak rambut yeodongsaeng-ku.
“annyeong”balas
Sungmin oppa dan eomma bersamaan.
“eomma, appa belum pulang?” tanyaku disela-sela
mengunyah.
“hmm, appa lembur. Katanya ada rapat mendadak” ujar eomma.
“oh..” gumamku.
Setelah selesai maka langsung kulangkahkan kakiku kekamar
untuk mengambil i-Phone ku yang taktau kabarnya itu.
Ah, banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari Minhyuk oppa, Nami, Michan, Junghee, dan Heechul oppa. Heechul oppa adalah
sunbae-ku yang paling dekat denganku.
Memang aku punya banyak teman dari sunbae-ku.
Kalian tahu bukan oppa-ku itu namja
yang paling terkenal dikampus-ku dengan sebuatan perfect namja, dan kalian juga jangan salah sangka aku populer
karena oppa-ku itu. Kalian salah aku
ini yeoja yang paling populer karena appa-ku yang diidamkan dan juga kelompok
belajarku adalah kumpulan yeoja nan
cantik dan cerdas.
Ada panggilan masuk. Ah, ternyata Minhyuk oppa tanpa basa-basi langsung ku
berlari ketaman dibelakang rumah, sebelumnya aku membawa snack ringan dan
laptopku hitung-hitung ngobrol sekalian ngerjain skripsi.
“yoboseyo oppa-ya”
sapa ku terlebih dahulu.
“yoboseyo chagi-ya”
balasnya.
“oppa-ya mianhae ne..
tadi waktu saat kau berbicara aku tidak mendengarkan karena mataku benar-benar
berat, akhirnya aku tertidur deh dibahumu” ujarku panjang lebar.
“ah, gwenchana chagi, kau baru bangun?” tanyanya .
“aniya, aku
bangun setengah jam yang lalu, wae?”
“ah.. pantas saja ku hubungi dan ku sms gk dibales”
“hehehe, mianhae
oppa”
“kau sudah baca sms yang kukirim tadi?” tanyanya. Oalah
aku lupa untuk membacanya. Aku tak sempat membacanya tadi karena ada konser
mendadak diperutku.
“belum oppa,
saat ku bangun tujuanku meja makan. Karena aku belum makan dari siang. Hehehe mianhaeyo” ujarku tanpa dosa.
“ne, tapi tadi
kukira kau pingsan jadi ku bawa saja kerumah mu. Eh, ternyata kau hanya
membuatku jantungan saja. Memang kau tidur larut lagi?” ah. Aku paling suka
punya namjachingu sepertinya. Ia
begitu perhatian sekali tapi juga tidak terlalau protectif.
“ne, oppa aku
semalaman mengejakan skripsi dari dosen killer itu” ujarku kudengar ia sedang
tertawa .Apakah ini lucu?
“ah. Ne aku hanya ingin bertanya seperti itu. yasudah ya chagi aku ada urusan
dengan saeng ku kalkake” sambungan diputus secera sepihak. Hufft. Bosan tak ada
appa yang bisa mengajariku skripsi
dosen killer itu.
“eonnie, sedang
apa eonnie disitu?” tanya Hyunah yang
entah sejak kapan sudah berada disampingku.
“eonnie sedang
menyelesaikan skripsi saeng, wae?” tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari
laptopku ini.
“appa mencarimu”
ucapnya santai seraya duduk disebelah kanan ku.
“appa sudah
pulang?” tanyaku menoleh kearahnya. Ia hanya mengangguk sambil memamasang wajah
cemberut.
“do wae? Kena
marah appa?” ucapku lembut. Ia hanya
meng-angguk-angguk.
“ah, mungkin appa
sedang lelah” ucapku lembut sambil merangkulnya mengajak berdiri dengan tangan
kiriku sedangkan tangan kananku membawa laptop dan i-Phone ku.
***
“appa-ya , ada
apa dengan eomma? Kenapa eomma marah-marah lagi?” ucapku yang
sudah berada diambang pintu kamar appa.
“eoh? Hyo-ah wae?”
tanya appa dengan posisi duduk sila diatas ranjang.
“ada apa dengan eomma?
Kenapa dia marah-marah lagi? Apa eomma
dan appa bertengkar lagi?” tanyaku
dengan diberondong banyak pertanyaan.
“tanya satu-satu. Kau tau rasanya kepala appa ingin pecah karena eomma mu itu. Ia sungguh
kekanak-kanakan” keluh appa. Memang
selama ini yang menjadi korban itu appa.
“jangan begitu. Siapa suruh appa menikahinya?” ucapku dengan nada menggoda.
“ya, mana appa
tau kalau ia punya sifat seburuk itu” keluhnya lagi.
“yasudahlah kalau begitu aku harus mengadakan rapat
mendadak dengan Sungmin oppa. Annyeong appa” ucapku meninggalkan appa
dengan langkah terburu-buru. Sebelumnya appa
sempat bertanya.
“maksudmu apa hyo-ah?”
tanya appa bingung sambil mengerutkan alisnya. Meminta penjelasan.
“ah, itu urusan anak appa.
Appa hanya tinggal terima jadinya. Annyeong” kutinggalkan appa yang
bergumam.
“ah, dasar anak-anak”
***
“oppa-ya
bagaimana? Apakah oppa punya ide yang
cemerlang” tanyaku pada oppa yang
tengah sibuk dengan tugas kampusnya.
“memangnya kau mau aku mengeluarkan ide apa? Ide gila?”
ujar oppa-ku dengan ekspresinya yang
datar.
“oppa-ya kau tau
tidak eomma tipe orang yang suka
apa?” tanyaku pada oppa-ku yang sudah
kembali sibuk dengan tugas kuliahnya.
“eomma itu suka
tipe orang yang romantic seperti appa.
Cuma kau tau sendiri karena keegoisan dan keras kepala ia jadi melupakan itu”
kata Sungmin oppa tanpa melepas
pandangannya dari lembaran-lembaran tugas yang tergeletak diatas kasur Sungmin oppa. Kalian tahu sekarang posisiku dan
Sungmin oppa? Sekarang aku ada
dikemar Sungmin oppa yang bernuansa
antara warna biru laut yang didominasi warna pink. Aku sedang berbaring dikasur big size Sungmin oppa dan
diposisi bawah sudut kasur.
“oppa-ya aku
punya ide” ujarku yang langsung disambut dengan tolehan dan tatapan yang
menuntutku untuk memberitahunya ide ku ya walau ide pertama hanya untuk lelucon
dan ide yang kedua baru ide yang 100%
pemikiranku sendiri.
“ide apa itu? ide gila?” ucapnya dengan tatapan tajam.
“nde ide gila. Bagaimana kau kita panjat gedung Namsan
Seol Town? Ottae?” ucapku asal. Hahaha tampaknya Sungmin oppa kesal.
“MWO-YA!”
pekiknya keras sekali mungkin sudah mencapai tujuh oktaf. Langsung ku bekap mulutnya itu dengan telapak tanganku,
hingga ia jatuh dengan posisi terlentang dikasur.
“aisshi. Neo jinjja
kau mau acara rapat rahasia ini diketahui oleh orang lain HAH!” ucapku dengan
ditekankan di kata HAH!.
“hmm” gumama Sungmin
oppa. Langsung kutarik tanganku dari mulutnya.
“jadi kau taukan seminggu lagi eomma ulang tahun bagaimana kalau kita rayakan. Dan sesudah acara
ulang tahun eomma kita jebak appa dan eomma untuk kesuatu tempat. Jadi disitu kau ajak eomma kedaerah yang sudah dijadikan
strategi. Kau ajak dia dan disesudah itu kau tinggalkan dia sendiri kutunggu
kau dimobil hitam milik appa okey”
ujarku panjang lebar. Kulihat ia sedang meninmbang-nimbang ide ku.
“ottae?” tagurku
yang melihat ia melamun.
“ah, okey.
Kuterima ide mu itu. tapi tumben sekali otakmu seencer itu. kau tidak sedang
kena wabah cerdas tahuanan kan?” ujarnya seketika langsung kubulatkan mataku
dengan sempurna.
“MWO-YA!. Hei
kau kira aku sebodoh itu apa!?. Kau tau aku ini yeoja paling populer dikampus bukan karena kau ingat itu!” ujarku
ditambah penekanan setiap kata.
“ah, ne. Nae
dongsaeng neomu neomu yeppeuda” pujinya.
“ah, tau lah kau membuat mood-ku turun drastis hingga tahap akhir ke bedmood-an ku” ucapku seraya memeluk guling dengan asal.
“nae sang chagi.
Jangan marah ya” rajuknya. Kau pikir aku bisa dirajuk?
“sudahlah aku mau ke appa
saja kalau terus disini kepala ku bisa pecah karena ulahmu oppa. Annyeong” ucapku langsung lari menuju pintu. Setelah berhasil
keluar langsung ku menuju kekulkas terdekat kamar Sungmin oppa.
Kuambil satu kaleng pocari
dan langsung kutengguk pocari itu.
kelangkahkan kakiku menuju kamar appa
yang hanya berjarak beberapa kamar saja
dari dapur.
Ku dorong pintu kamar appa.
Ku lihat dikamar tak ada appa. Kemana
dia?. Mungkin diruang kerjanya. Kulangkahkan kakiku menuju ruang kerja appa. Dan benar saja appa sedang sibuk dengan beberapa berkas
setumpuk didepannya dan disampingnya.
“appa-ya kau tak
tidur ini sudah malam?” ucapku yang disambut senyuman dari appa.
“sudah selesai rapatnya?” appa malah balik bertanya .Aneh.
“sudah” ucapku singkat sambil menggaruk tengkut kepala ku
yang tak gatal.
“apa hasilnya?. Beritahu appa. Appa ingin tau apa
saja pembahasannya” minta appa. Mana
mungkinkan aku ngasih tau kalau hasil rapatnya dan pembahasannya bersangkutan
dengan appa.
“appa tak boleh
tau. Karena ini masih disegel oleh pak presiden –Sungmin oppa- itu. ia bilang jangan kasih tau appa. Tapi tenang saja dengan batas seminggu appa pasti akan mengetahui
hasilnya oke” ucapku dengan nada riang yang hanya disambut anggukan pasrah
seorang Hankyung appa.
Kalian pasti tahu bukan kalau appa-ku ini adalah orang China. Sedangkan eomma, ia bernama Lee
Hyemi ia adalah orang korea Selatan. Orang bilang aku lebih mirip sama appa-ku. Sedangkan Sungmin oppa lebih mirip dengan eomma. Dan Hyunah adalah cucu kesayangan
dari keluarga Lee eomma dan aku cucu
kesayangan dari keuarga Han appa.
***
Ah, untung saja kemarin aku sudah mengumpulkan skripsi
jadi aaku tak perlu pusing-pusing memikirkannya lagi selama libur kenaikan
semester. Ya sekarang aku sedang liburan semester 3, dan Sungmin oppa dia juga libur kenaikan semester
sama sepertiku. Sungmin oppa kenaikan
semester 5 dan aku semester 3, sedangkan Hyunah ia masih kelas 1 SMP. Hyunah adalah
adik terkecil dikeluarga ku bila biasanya teman-teman Hyunah dan kakaknya hanya
berjarak 3 tahun atau 4 tahun tetapi kalau Hyunah ke Sungmin oppa dan aku berjarak 8 tahun tetapai
dikeluarga ini hanya ia yang tidak dimanja seperti aku dan Sungmin oppa.
Aku dan sungmin oppa
hanya berjarak 1 tahun umurku lebih mudah dari sungmin oppa. Kalian tahu bukan aku dan Sungmin oppa satu jurusan dan satu kampus. Apakah kalian mau tahu apa
alasan ku dan Sungmin oppa memasuki universitas
yang sama selain karena appa donatur
tetap dikampus itu dan, juga aku dan Sungmin oppa memilih jurusan yang sama karena aku dan Sungmin oppa tertarik
dengan dunia bisnis. Aku dan Sungmin oppa
memasuki jurusan perekonomian dan bisnis. Selain itu aku dan Sungmin oppa akan menjadi penerus perusahaan appa. Han Coorperation.
Hari pertama libur ingin ku buat seharian menjadi jadwal
tidurku, aku sama sekali tak berminat makan karena yang aku butuhkan hanya
tidur dan tidur tidak ada lagi. Sekilas ku lihat jam hello kitty ku itu. Ternyata sudah jam 11 siang OMO! Baru kali ini aku bangun sesiang
ini. Euh.. aku haus, oke aku menyerah. Oya aku baru ingat, aku punya kulkas
kecil dikamarku sendiri.
Kulangkahkan kakiku menuju kulkas yang berada disebelah TV
selebar 40 inci, ya memang aku yang meminta TV selebar itu dengan lasan aku
ingin menonton sepuasku dikamarku sendiri seharian. Memang alasan yang tak
masuk akal appa juga bilang seperti
itu kok.
Ah setelas minum rasanya aku ingin tidur kembali jujur aku
masih mengantuk sekali. Kurebahkan kembali tubuhku ini keatas kasur big size ku dan dalam hitungan detik aku
sudah masuk kedunia mimpi.
Baru sebentar aku tidur kudengar ada tiga orang dengan
suara yang familiar membangunkanku dari mimpi indahku ini.
“Hyo-ah sampai kapan kau mau tidur sekarang sudah jam
makan siang” ujar appa memelas.
“eonnie.. bangun
sekarang sudah jam 12 lewat. Eonnie dari
pagi kau belum makan apa-apa kan” sekarang giliran yeodongsaeng-ku ini yang berbicara.
“hey, kau tak mau menyambut-ku?” siapa yang berbicara
seperti itu kurasa bukan sungmin oppa.
“hmm.. appa-ya aku
masih mengantuk” ucapku seraya menggeliat sambil menarik selimut untuk menutupi
semua tubuhku dan kepalaku ku masukan kedalam selimut.
“hey, ini ada tamu mencarimu. Cepat bangun chagi” ucap appa langsung merebut
selimut yang kukapai dan melemparnya asal.
“eonnie bangun”
sekarang giliran Hyunah yang menarik-narik piama tidurku.
“ah ne, sudah
sana keluar aku mau mandi” ujarku mengusir manusia yang ada didalam kamarku
ini.
“cepat appa tunggu kau diluar. Setelah selesai mandi
bersiap-siapa ya. Kita akan pergi ke villa kita di Jeju” kata appa langsung membuatku berdiri
seketika.
“jinjjayo?”
tanyaku pada appa yang hanya dibalas senyuman dan anggukkan.
“oke, aku akan siap-siap, tunggu aku diluar ya” ucapku
langsung lari menuju kamar mandi.
“hah, anak ini. Kajja
kita tunggu diluar saja” ku dengar sayup-sayup suara appa dari luar kamar mandi.
Hah, akhirnya aku bisa ke Jeju lagi. Aku benar-benar rindu
sama Sobat-ku itu. kadang aku dan dia berhubungan lewat jejaring sosial dan
juga webcame. Youngmin-ya, Minah-ya bogoshippoyo.
***
Bersambung Two Shoot nya kapan-kapan di sharenya oke.. ;)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar